Ka’bah

Makkah 2020.

Berteduh di bawah naungan Ka’bah merupakan tempat berteduh paling mulia di muka bumi ini, dan Nabi SAW pun pernah duduk di situ. Sebagaimana diriwayatkan oleh Bukhari dari Khubab, ia berkata :“Ketika kami ingin mengadu kepada Rasulullah SAW, beliau sedang berteduh dengan berbantal surbannya di bawah naungan Ka’bah.”
Kemudian, Muhammad ibn Sauqah juga meriwayatkan bahwa : kami sedang bersama Sa’id ibn Jabir di bawah naungan Ka’bah, laluRasulullah SAW bersabda : “ Saat ini kalian sedang berada di tempat berteduh yang paling mulia di muka bumi. “
Selain itu Ka’bah yang ada di muka bumi ini konon sama dengan “al-Bait al-makmur” yang ada di langit, sebagaimana diriwayatkan oleh Ali ibn Abas ra dalam tafsirnya atas surat al-Thur ayat 4 (“dan demi Baitul Ma’mur”).
Di langit, Baitul Ma’mur konon berada tepat diatas Ka’bah, dan kesucian dan kemuliaannya sama dengan kesucian dan kemuliaan Ka’bah di bumi. Terdapat 70 ribu malaikat yang mengerjakan sholat setiap hari selamanya.

Sumber : Sejarah Mekah, Dr. Muhammad Ilyas Abdul Ghani, Penerbit Al-Rasheed Printer

http://elvandanuhergaiswara.blogspot.com/2010/09/melihat-isi-kabah-pic.html

Melihat Isi Ka’bah [+pic]

https://i1.wp.com/www.islamicity.com/mosque/jlthajj/kaba.jpg

Quote:
Tidak semua orang tahu apa sebenarnya yang ada di dalam ka’bah, sebab hanya orang-orang penting seperti presiden sebuah negara yang berhak untuk memasukinya. Itu pun karena menjadi tamu raja di negara itu. Mantan Presiden Soeharto dan rombongan konon malah pernah diberi kehormatan untuk masuk ke dalamnya.
Quote:
Kalau tidak salah, gambar ini diambil pada salah satu momentum di mana ada tamu negara yang diberi kehormatan untuk memasukinya. Dan barangkali gambar ini diambil diam-diam oleh tamu itu. Mengingat secara resmi petugas masjid Al-Haram mengharamkan pemotretan di lokasi masjid, apalagi kalau sampai di dalam ka’bah. Sebagian kalangan juga membenarkan foto ini lantaran serupa dengan gambar denah yang diterbitkan resmi oleh kerajaan.
Quote:
Tapi yang jelas pertanyaan anda sudah terjawab lewat foto ini, Berhala yang berjumlah 360 itu memang sudah tidak ada, sudah dihancurkan sejak Fathu Makkah 14 abad yang lalu. Bagaimana? Anda ingin dan bercita-cita bisa masuk ka’bah suatu ketika nanti? Syaratnya mungkin harus jadi presiden dulu ya? Atau setidaknya ikut dalam rombongan Presiden, entah jadi wartawan, pengawal atau bahkan tukang bawakan tas presiden.
Isi ka’bah
Quote:
Berikut ini adalah foto2 yang memperlihatkan isi ka’bah pada saat ini. Coba anda bandingkan antara keduanya, mempunyai persamaan khususnya pada bagian dinding keramik yang berwarna hijau, hal itu membuktikan bahwa foto ini valid.

https://i0.wp.com/2.bp.blogspot.com/_jWd7Ye8LStk/SI6fhzVOrlI/AAAAAAAAAAU/H0DEoNEpsP8/S660/ka%27bah_interior.bmp

https://i0.wp.com/1.bp.blogspot.com/_i6pCWv7G2VM/TD3OFc6kVnI/AAAAAAAAC4A/kv6igP9wrNo/s1600/kabah_interior.jpg
Untuk melihat tayangan video you tube bagian dalam Ka’bah bisa di klik disini.

Foto-foto Atap Ka’bah

Kalau beberapa waktu yang lalu saya posting video didalam Ka’bah, kali ini saya ingin memposting beberapa foto-foto atap Ka’bah. Saya sendiri kurang begitu tahu apa yang sedang dilakukan oleh orang yang ada dalam foto-foto tersebut, bisa jadi dia petugas kebersihan yang bertugas menjaga kebersihan Ka’bah, atau bisa juga dia adalah keluarga kerajaan Arab Saudi yang sedang masuk Ka’bah.

Tangga menuju atap, letaknya ada didalam Ka’bah

Berada diatap Ka’bah

Dibawah atap Ka’bah

Desain Ka’bah
Quote:
Mulai dari sebelah kiri pintu Ka’bah adalah Multazam (antara pintu Ka’bah dan Hajarul Aswad). Sebelah kanan dari pintu terdapat kotak dari marmer tempat menyimpan alat keperluan kebersihan di dalam Ka’bah.Kisah Peletakan Hajar Aswad

Setelah renovasi selesai, tibalah saatnya meletakkan kembali Hajar Aswad pada tempatnya semula. Tetapi, terjadi perselisihan pendapat yang tajam diantara orang-orang Quraisy dan hampir menimbulkan permusuhan, yaitu mengenai siapakah yang layak melakukannya.

Pada saat yang genting itu, Abu Umayyah al-Makhzumi, yaitu orang yang paling tua di Quraisy, tampil meredamkan gejolak dan mengatakan bahwa tugas tersebut harus diberikan kepada orang yang paling dulu masuk masjid melalui pintu Bani Syaibah
Pintu Bani Syaibah ialah pintu masuk ke Masjidil Haram di sekitar perumahan penduduk Quraisy, di samping rumah Syaibah ibn Utsman penjaga ka’bah. Pintu ini terletak di Mas’a (tempat sa’i) , atau dikenal dengan pintu no.26. lihat, al-Tarikh al-Qawin, 4/389,422 atau Shofahat min Tarikh Makkah al-Mukarramah, 1/82

Dan Orang-orang Quraisy pun menyetujuinya.

Semata-mata atas kehendak Allah Swt, ternyata Muhammad lah orang pertama kali masuk masjid dari pintu Bani Syaibah.

Mengetahui hal ini, orang-orang Quraisy pun berseru sambil bergembira. :
“Kami rela, karena dialah orang yang dapat dipercaya.”

Ketika Muhammad diberi tahu tentang semua ini, Beliau lalu membentangkan surbannya, dan meletakkan Hajar Aswad di tengahnya.
Beliau kemudian meminta kepada setiap kepala suku untuk memegangi ujung-ujung surban dan mengangkatnya bersama-sama. Ketika sampai di tempat, beliau mengambil Hajar Aswad tersebut dengan tangannya sendiri, kemudian meletakkannya di tempat yang semestinya. Dan orang-orang Quraisy pun puas.

Sumber : Sejarah Mekah, Dr. Muhammad Ilyas Abdul Ghani, Penerbit Al-Rasheed Printer

http://ekoaprianto.files.wordpress.com/2007/08/2.jpg

Misteri Batu Hajar Aswad

Neil Amstrong telah membuktikan bahwa kota Mekah adalah pusat dari planet Bumi. Fakta ini telah di diteliti melalui sebuah penelitian Ilmiah.

Ketika Neil Amstrong untuk pertama kalinya melakukan perjalanan ke luar angkasa dan mengambil gambar planet Bumi, dia berkata, “Planet Bumi ternyata menggantung di area yang sangat gelap, siapa yang menggantungnya ?.”

Para astronot telah menemukan bahwa planet Bumi itu mengeluarkan semacam radiasi, secara resmi mereka mengumumkannya di Internet, tetapi sayang nya 21 hari kemudian website tersebut raib yang sepertinya ada alasan tersembunyi dibalik penghapusan website tersebut.

Setelah melakukan penelitian lebih lanjut, ternyata radiasi tersebut berpusat di kota Mekah, tepatnya berasal dari Ka’Bah. Yang mengejutkan adalah radiasi tersebut bersifat infinite ( tidak berujung ), hal ini terbuktikan ketika mereka mengambil foto planet Mars, radiasi tersebut masih berlanjut terus. Para peneliti Muslim mempercayai bahwa radiasi ini memiliki karakteristik dan menghubungkan antara Ka’Bah di planet Bumi dengan Ka’bah di alam akhirat.

Di tengah-tengah antara kutub utara dan kutub selatan, ada suatu area yang bernama ‘Zero Magnetism Area’, artinya adalah apabila kita mengeluarkan kompas di area tersebut, maka jarum kompas tersebut tidak akan bergerak sama sekali karena daya tarik yang sama besarnya antara kedua kutub.

Itulah sebabnya jika seseorang tinggal di Mekah, maka ia akan hidup lebih lama, lebih sehat, dan tidak banyak dipengaruhi oleh banyak kekuatan gravitasi. Oleh sebab itu lah ketika kita mengelilingi Ka’Bah, maka seakan-akan diri kita di-charged ulang oleh suatu energi misterius dan ini adalah fakta yang telah dibuktikan secara ilmiah.

Penelitian lainnya mengungkapkan bahwa batu Hajar Aswad merupakan batu tertua di dunia dan juga bisa mengambang di air. Di sebuah musium di negara Inggris, ada tiga buah potongan batu tersebut ( dari Ka’Bah ) dan pihak musium juga mengatakan bahwa bongkahan batu-batu tersebut bukan berasal dari sistem tata surya kita.

Dalam salah satu sabdanya, Rasulullah SAW bersabda :

“Hajar Aswad itu diturunkan dari surga, warnanya lebih putih daripada susu, dan dosa-dosa anak cucu Adamlah yang menjadikannya hitam.”

*artikel ini ditranslate dari berbagai video di YouTube, mengenai benar atau tidaknya, Wallahualam dan ambil sisi positifnya aja untuk meningkatkan keimanan kita terhadap kebesaran Allah Swt

Quote:

Di tengah–tengah Ka’bah agak meninggi terdapat 3 buah tiang penyangga yg terbuat dari kayu dan yang dikenal dengan “Tiang Abdullah bin Zubair“. Dinamakan demikian karena Allah SWT telah memberikan kemuliaan kepada beliau, sebagai pembuat tiang penyangga pada atap Ka’bah itu untuk menghindari kerobohannya.
Quote:
Sebelah Utara dari Ka’bah terdapat pintu kecil yang dinamakan “Pintu Taubah”. Itu adalah sebuah tanda dari keteguhan. Pintu Taubah ini terbuat dari kayu pilihan yang dilapisi dengan Emas dan Perak yang terukir dan dilapisi juga dengan kaca yang tebal sampai atap Ka’bah. Pada dinding sebelah Barat yang berhadapan dengan pintu Ka’bah digantungkan 9 Pigura yang terbuat dari Marmer dan bertuliskan nama-nama Penguasa-penguasa atau Khalifah yang telah memperbaiki dan memperbarui Ka’bah yang agung.
https://i2.wp.com/akhmadguntar.com/wp-content/uploads/2008/umroh2008/pintu-kabah.jpg
Quote:
Kesemuanya itu tertulis setelah Abad 6H. Pada dinding Timur antara pintu Ka’bah dan pintu Taubah diletakkan keterangan tentang perbaikan yang dilakukan oleh Raja Fahd pada th.1419H setelah perbaikan terakhir pada zaman Sultan Murod IV dari Utsmaniah pada th.1040H. Sisi-sisi Ka’bah yang empat dilapisi dengan Marmer putih setinggi 2 Meter dan diatasnya ditutupi dengan hordeng warna merah dan pink, yang terbuat dari bahan kain Sutera yang bertuliskan “Syahadatain “ dan Asma ul-Husna dalam bentuk angka 8 atau 7 Arab berselang-seling. Hadiah dari Raja Fahd.
https://i0.wp.com/www.telepk.com/img/islam/kabah-ghilaf.jpg
Quote:
Diantara tiga tiang yang ditengah (Tiang Abdullah bin Zubair) ada tempat untuk meletakkan barang yang terbuat dari Perak murni untuk menyimpan barang, seperti antara lain : Teko-teko , Pajangan , dan barang-barang bersejarah lainnya yang terbuat dari Emas dan Perak yang telah berusia puluhan bahkan ratusan tahun yang lewat sebagai hadiah-hadiah dari Raja-raja, Khalifah dan para Sultan kepada Ka’bah sebagai pendekatan dan pengabdian kepada Rabb yang Esa untuk mencari ridho Nya.Pencucian Ka`bah biasanya dilakukan dua kali setiap tahun yakni pada pertengahan bulan Sya`ban sebagai persiapan menghadapi musim Umrah pada bulan Ramadhan, dan pertengahan Dzulqa`idah sebagai persiapan menyambut jamaah haji.
Quote:
Ka`bah biasanya dicuci dengan air zamzam yang dicampur dengan mawar Thaif dan anbar, sedangkan dindingnya diharumkan dengan parfum misik. Nizar As-Syaibi, putra tertua keluarga pengurus Masjidil Haram Syeikh Abdul Aziz As-Syaibi, menyebutkan pencucian Ka`bah merupakan tradisi yang disunnahkan namun tidak harus dilakukan pada waktu tertentu. Secara historis, Rasulullah pernah sekali mencuci Ka`bah pada bulan Sya`ban ketika beliau kembali ke Mekkah dalam peristiwa “Fathu Mekkah”, setelah beliau membersihkannya dari patung-patung sesembahan yang berada di dalam maupun di sekitar Ka`bah.
https://i2.wp.com/media.isnet.org/iptek/Etc/ki/kabbadoor.jpghttps://i1.wp.com/4.bp.blogspot.com/_HPdGhbcvpHQ/Se-Aas6cIlI/AAAAAAAABiM/9hO3zXF79Qk/s320/pintu.jpg
Quote:
Sejak saat itu, pencucian Ka`bah menjadi sesuatu yang disunnahkan namun tidak ada waktu tertentu yang dianggap paling utama untuk melakukannya. “Ritual ini adalah bentuk penghormatan terhadap Ka`bah, khususnya saat sebelum Umrah dan setelah haji. Tujuan inilah yang paling utama ketimbang sekadar membersihkannya. Pada saat pencucian pun, pintu Ka`bah tetap tertutup. Pencucian ini tidak lebih dari sekadar membersihkan debu yang menempel di dinding Ka`bah,” demikian As-Syaibi.

Sejarah Bongkar Pasang Ka’bah

Jangan mengira bahwa bangunan Ka’bah yang sekarang ada di Mekah adalah bangunan yang sama yang ada di jaman Muhammad di abad ke 7 Masehi.

Ukuran dan pembangunan kembali Ka’bah

Denah Kabah.

Ukuran tinggi Ka’bah yang ada saat ini adalah 39 kaki 6 inci (kira2 11 meter;1 kaki = 12 inci = 30 cm), dan ukuran total adalah 627 kaki persegi. Ukuran dalam Ka’bah adalah 42,64×29,52 kaki (atau kira2 12,7×8,85 m). Tebal tembok adalah 3,26 kaki (kira2 97,8 cm). Lantai di bagian dalam lebih tinggi 7,22 kaki (kira2 2,1m) dari dasar tanah di mana orang2 melakukan Tawaf. Langit2 dan atap terbuat dari kayu teak yang ditutup dengan baja stainless. Tembok terbuat dari batu. Batu2 bagian dalam tidak dipoles, sedangkan bagian luar dipoles. Para ahli sejarah berkata bahwa Ka’bah dibangun kembali berkali-kali sekitar lima sampai 12 kali. Ukuran pertama Ka’bah di jaman Muhammad adalah:

  • tembok timur 48 kaki, 6 inci (berisi batu hitam)
  • tembok Hateem berukuran 33 kaki
  • sisi tembok antara batu hitam dan sudut Yemeni adalah 30 kaki
  • tembok barat 46.5 kaki

Inilah daftar bongkar pasang Ka’bah

Pembangunan ulang Ka’ba oleh pagan Quraish

Muhammad berpartisipasi dalam pembangunan kembali Ka’bah sebelum dia mengaku sebagai nabi. Setelah banjir hebat, Ka’bah jadi rusak dan temboknya retak. Harus dibangun lagi nih. Kewajiban membangun Ka’bah dibagi diantara 4 suku Quraish. Muhammad ikut dalam pembangunan ini. Ketika tembok2 sudah dibangun sebagian, maka dimasukkanlah Batu Hitam (al-Hajar al-Aswad) di bagian tembok sebelah timur Ka’bah. Karena suku Quraish tidak punya cukup dana, mereka tidak membangun kembali seluruh Ka’bah. Karena itulah bentuknya jadi bujur sangkar dan tidak serupa dengan bentuk aslinya yang pesegi panjang. Daerah bagian dasar Ka’bah yang tidak dibangun kembali disebut Hatim.

Pembangunan Kembali Ka’bah oleh Abdullah ibn Zubair

Tentara Syria pimpinan Yazid menghancurkan Ka’bah di bulan Muharram 64 Hijrah, setahun setelah dia membantai keluarga Muhammad di Karbala. Akan tetapi, jangan khawatir, sebab Haj Abdullah ibn Zubair (saingan Kalifah Bani Umayyah) membangun kembali Ka’bah dari dasar. Ibn Zubair ingin membangun Ka’bah persis seperti yang diinginkan Muhammad. Ibn Zubair berkata, “Aku mendengar Aisyah (bini muda kesayangan Muhammad) berkata, “Sang Nabi berkata:”Jika orang2mu tidak baru saja meninggalkan kepercayaan paganmu, dan jika aku punya cukup dana untuk membangun Ka’bah, aku akan tambahkan beberapa kaki di atasnya dari Hijr. Juga, aku akan pasang dua pintu; satu pintu agar orang2 dapat masuk ke dalam dan pintu satunya lagi untuk ke luar.” (Bukhari). Ibn Zubair berkata, “Hari ini, aku punya dana untuk melakukan itu dan aku tidak takut akan orang2.” Ibn Zubair membangun atap di tiga pilar dengan kayu Aoud (kayu wangi Arabia). Dia meletakkan dua pintu, satu menghadap timur dan satu lagi menghadap barat, sama seperti apa yang diinginkan Muhammad dulu. Dia juga membangun daerah Hateem yang terletak di sekitar Ka’bah yang dikelilingi oleh tembok rendah separuh lingkaran. Ibn Zubair juga meletakkan empat pilar di sekeliling Ka’bah dan menggantungkan kain di atasnya sampai seluruh bangun selesai dibangun.

Pembangunan Kembali Ka’bah di Jaman Abdul Malik

Interior Kabah dengan penjelasan secara mendetail.

Di tahun 74H (693M) Al-Hajjaj bin Yusuf al-Thaqafi, atas persetujuan Kalifah Bani Umayyah bernama Abdul Malik menghancurkan apa yang dibangun Ibn Zubair. Dia mengembalikan struktur bangunan persis seperti yang ada di jaman pagan Quraish. Inilah perubahan yang dilakukannya:

  1. Ka’bah diperkecil jadi sama ukurannya dengan yang ada saat ini
  2. Membongkar Hatim
  3. Menutup pintu barat dengan tembok
  4. Meruntuhkan tembok di daerah Hatim
  5. Membuang tangga kayu yang ditempatkan Ibn Zubair di dalam Ka’bah
  6. Mengurangi ketinggian pintu sampai 7 kaki

Struktur ini tetap sama selama 966 tahun, dengan perubahan kecil di sana sini.

Pembangunan Kembali Ka’bah di Jaman Sultan Murad

Di tahun 1039H (1629 Masehi), lagi2 banjir melanda sehingga dua tembok bagian timur dan barat Ka’bah rubuh. Kejadian ini terjadi di 19 Sha’ban tahun 1039H. Banjir mencapai ketinggian 10 kaki (3m) dari tanah. Setelah usai banjir, maka Ka’bah dibangun kembali di bawah pengawasan Sultan Murad. Bentuknya persis sama dengan Ka’bah di jaman Quraish sebelum Muhammad mengaku nabi.

Pembangunan Kembali Ka’bah di tahun 1996

Bongkar pasang besar2 dilakukan terhadap Ka’bah dari bulan Mei 1996 sampai Oktober 1996. Ini dilakukan setelah 400 tahun Ka’bah dibangun kembali oleh Sultan Murad. Dalam pembangunan kembali kali ini, bagian yang masih asli hanyalah batu2 Ka’bah saja. Semua bagian lainnya diganti, termasuk bagian langit2 dan atapnya yang terbuat dari kayu.

Apa sih isi dalam Ka’bah?

Ketua Islamic Society of North America (ISNA) (= Masyarakat Islam Amerika Utara) punya kesempatan masuk ke dalam Ka’bah di tahun 1998. Inilah keterangannya:

  • di dalamnya terdapat dua pilar (orang lain menyebut 3 pilar)
  • ada meja untuk meletakkan parfum
  • terdapat dua lampu lentera yang digantungkan dari langit2
  • ruangan cukup untuk menampung 50 orang
  • tidak ada lampu listrik di bagian dalam
  • tembok dan lantai terbuat dari marmer
  • tidak ada jendela di bagian dalam
  • hanya ada satu pintu
  • bagian atas tembok2 di bagian dalam ditutupi gorden

Kabah Bukan Asli dari Budaya Islam

Jangan pula mengira bangunan kotak keramat itu adalah asli dari budaya Islam.

Lihatlah batu kotak yang dibangun untuk makam keramat Kaisar-Kaisar Persia di abad ke 5 sebelum Masehi berikut ini.

Kabah Zoroastria.

Mirip, bukan?
Budaya Persia merupakan budaya terunggul di Timur Tengah sampai pertengahan abad Masehi. Jadi tidak heran jika pengaruh budayanya menyebar ke mana2 dan bentuk makam keramat ini lalu ditiru oleh masyarakat2 Timur Tengah, termasuk masyarakat pagan Quraish.

Kotak batu ini melambangkan Dewa Dushara yang disembah masyarakat kuno Nabasia.

Kotak tempat dewa nih. Sama seperti Ka’bah tempat dewa bulan Allah ta-Alla.

Kotak tempat dewa nih. Sama seperti Ka’bah tempat dewa bulan Allah ta-Alla.

http://indonesia.faithfreedom.org/wiki/Sejarah_Bongkar_Pasang_Kabah


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s