Alam Semesta

Dengan nama Allah Mahapengasih & Mahapenyayang
※※※
ADA KISAH unik berhikmah tentang seorang ATHEIS (org yg tak percaya Tuhan) yg mengajak berdebat dgn seorang CENDEKIAWAN.

Suatu hari atheis itu menunggu bersama para penduduk di suatu kampung, cendekiawan itu belum juga datang. Saat atheis dan para penduduk berpikir bahwa cendekiawan itu tidak akan datang, barulah muncul cendekiawan tersebut.

Cendekiawan itu berkata:

“Maaf jika kalian menunggu lama..
Karena hujan turun sangat deras, maka sungai menjadi banjir, sehingga jembatannya hanyut lalu saya tak bisa menyeberang..
Namun syukurlah tiba-tiba ada sebatang pohon yg tumbang..
Kemudian kebetulan ranting dan dahan pohon tersebut terpotong-potong dgn sendirinya, sehingga jadi satu batang yg lurus, kemudian kebetulan karena mengenai batu-batu sungai menjadikannya terpahat sendiri hingga akhirnya menjadi sebuah perahu yg sempurna..
Akhirnya saya bisa menyeberangi sungai dengan perahu tersebut.”

Lalu si Atheis dan para penduduk kampung tertawa terbahak-bahak, ia berkata kepada orang banyak:

“Orang ini sudah gila rupanya..
Masak pohon bisa jadi perahu sempurna dgn sendirinya secara kebetulan..?
Mana bisa jadi dgn sendirinya tanpa ada yg membuatnya..?
hahaha…”

Orang banyak pun tertawa riuh…

Setelah beberapa lama ketika tawa agak reda, cendekiawan yg sabar itupun berkata:

“Nah kini siapa yg gila..
jika kalian tak percaya bahwa perahu bisa ada tanpa ada pembuatnya, lalu kenapa kalian percaya bahwa bumi, langit, dan semua yg ada di dalamnya bisa ada tanpa ada Penciptanya..?

Manakah yg lebih sulit, membuat 1 benda yg biasa dan sederhana seperti itu, ataukah membuat seluruh alam semesta yg sangat luar-biasa dan kompleks ini..?”

Mendengar perkataan cendekiawan tersebut, mereka terdiam, akhirnya mereka mulai sadar bahwa mereka telah terjebak oleh pernyataan mereka sendiri.

“Kalau begitu, jawab pertanyaanku yg lain,” kata si atheis, “mengapa Tuhan tak kelihatan?”
Si atheis itu berpendapat begitu, karena ia tak pernah melihat dgn matanya.

Cendekiawan itu kemudian menampar pipi si atheis namun tidak membekas, si atheis merasa kesakitan..

“Kenapa tiba² saya dipukul? sakit..” Begitu si Atheis mengaduh.

Cendekiawan berkata:

“Hah, mana ada sakit.. Saya tidak melihat sakit.. Di mana sakitnya?”

“Ini sakitnya di sini,” si Atheis menunjuk-nunjuk pipinya.

“Tidak, saya tidak melihat sakit.. Apakah para hadirin melihat sakitnya..?” cendekiawan bertanya ke orang banyak.

Orang banyak menjawab: “Tidak..”

Cendekiawan berkata:

“Nah, meski kita tidak bisa melihat sakit, cinta dan sebagainya bukan berarti itu semua tidak ada.. Dan begitu juga Tuhan.. Bila kita tidak bisa melihat Tuhan, bukan berarti Tuhan itu tiada.. Meski kita tak sanggup melihat-Nya di dunia, namun kita bisa merasakan bukti ada-Nya..”

※※※
Sederhana memang pembuktian cendekiawan tersebut. Tapi pernyataan bahwa Tuhan itu tidak ada hanya karena panca-indera manusia yg terbatas tidak bisa mengetahui keberadaan Tuhan adalah pernyataan yg amat keliru.

Betapa banyak benda yg tidak bisa dilihat atau didengar manusia, tapi pada kenyataannya benda itu ada.

Betapa banyak benda langit yg jaraknya milyaran Tahun Cahaya yg tidak pernah dilihat manusia, tapi benda itu sebenarnya ada.

Betapa banyak zat berukuran molekul, bahkan nukleus (besar nukleus = rambut dibelah 1 juta), sehingga manusia tak bisa melihatnya, ternyata benda itu ada? (manusia baru bisa melihatnya jika meletakan benda tersebut ke bawah mikroskop khusus).

Betapa banyak gelombang (entah gelombang radio, gelombang elektromagnetik, listrik, dan lain²) yg tak bisa dilihat, tapi ternyata ada. Itu ada, namun panca indera manusia lah yg terbatas, sehingga tidak mengetahui keberadaannya.

Kemampuan manusia untuk melihat cahaya hanya terbatas pada beberapa frekuensi gelombang cahaya tertentu (hanya frekuensi di atas infra-merah sampai frekuensi di bawah ultra-violet)

Demikian pula suara dgn frekuensi gelombang tertentu (dari 20 Hz [getaran/detik] sampai 20.000 Hz [getaran/detik]) dan amplitudo (kenyaringan) tertentu selain ada yg tak bisa didengar juga ada yg mampu menghancurkan pendengaran manusia. Jika untuk mengetahui keberadaan ciptaan-Nya saja manusia sudah mengalami kesulitan, apalagi untuk mengetahui keberadaan Pencipta.

Memang sulit bila membutuhkan hati dan akal yg luas dan dalam untuk membuktikan bahwa Tuhan itu ada kepada manusia awam. Tapi jika kita melihat tempat² tinggal, jalan², kendaraan² darat, air & udara, perangkat² komunikasi, software², FB, dll, sangat tidak masuk akal jika kita berkata semua itu terjadi dgn sendirinya tanpa ada pembuatnya.

Jika benda² yg sederhana saja ada pembuatnya, apalagi alam semesta yg isinya sangat jauh lebih ekstrim & kompleks.

※ Tiap makhluq hidup rata-rata memiliki hingga milyaran sel
※ Tiap sel mengandung DNA yg sama untuk tiap individu.
※ Tiap DNA mengandung data-data tentang sifat-sifat suatu individu.
※ Sifat-sifat tsb mencakup data tentang seluruh sifatnya yg ada dari ujung kepalanya sampai ujung kakinya, dari luarnya sampai dalamnya, dari mudanya sampai tuanya, baik warnanya, bentuknya, ukurannya, karakternya, dan lain-lainnya. Krn itu, kapasitas memori DNA dalam 1 (satu) sel saja jika dibukukan, maka jumlah datanya setara dgn ratusan gudang buku perpustakaan.

Bumi yg punya keliling lingkaran sejauh 40.000-an km kini didiami milyaran manusia dan ribuan trilyun makhluq hidup yg seperti itu.

Keliling lingkaran Matahari sekitar 4.300.000 km.
Cahaya matahari membutuhkan waktu 8 menit + 19 detik untuk mencapai Bumi.
Berarti, jarak Matahari dgn Bumi = 149.700.000 km.
Mengapa begitu?

Krn kecepatan cahaya dalam tiap 1 detik mencapai ± 300.000 km.

Berarti:

※ 1 detik cahaya = 1 detik x 300.000 = 300.000 km
※ 1 menit cahaya = 60 detik x 300.000 = 18.000.000 km

(Cahaya Matahari sampai ke bumi butuh waktu: 8 menit + 19 detik. Maka jaraknya = 499 detik x 300.000 = 149.700.000 km)

※ 1 jam cahaya = 60 x 60 x 300.000 = 1.080.000.000 km
※ 1 hari cahaya = 60 x 60 x 24 x 300.000 = 25.920.000.000 km
※ 1 bulan cahaya = 60 x 60 x 24 x 30 x 300.000 = 777.600.000.000 km
※ 1 Tahun Cahaya = 60 x 60 x 24 x 30 x 12 x 300.000 = 9.331.200.000.000 km

(Cahaya bintang Alpha-centauri merupakan cahaya 4,3 tahun yg lalu. Berarti cahayanya butuh waktu 4,3 tahun untuk sampai ke bumi. Maka jaraknya = 60 x 60 x 24 x 30 x 12 x 4,3 x 300.000 = 40.124.160.000.000 km)

※ 1 juta Tahun Cahaya = ?
※ 1 milyar Tahun Cahaya = ??? (hitung dan bayangin sendiri y)

Matahari, merupakan salah 1 bintang yg terdekat dgn Bumi.
Kenapa Matahari nampak paling besar dikarenakan ia adalah bintang yg paling dekat dgn Bumi.

Bintang yg paling dekat ke-2 dgn Bumi setelah Matahari adalah bintang Alpha Centauri yg jaraknya 4,3 Tahun Cahaya.

Bintang Alpha Centauri terlihat kecil karena sangat jauh dibanding Matahari yg jaraknya hanya 8 Menit Cahaya.

Di antara bintang² bahkan ada yg 2100 kali lebih besar daripada Matahari namun nampak kecil karena jaraknya yg puluhan sampai ribuan Tahun Cahaya dari Bumi.

Ada bintang yg memiliki 1 planet, ada bintang yg memiliki puluhan planet, dan ada bintang yg memiliki hingga lebih dari itu.

Umumnya, planet-planet mengorbit (dalam Quran disebut “sabiha/yasbahu”) mengelilingi bintang induknya masing², sebagaimana planet Mercury, Venus, Mars, Jupiter, Saturn, Urane, dan Neptune mengelilingi bintang induk mereka yaitu Matahari.

Dan umumnya, bintang-bintang juga mengelilingi pusat galaksinya masing² sebagaimana Matahari, Alpha Centauri, dan milyaran bintang tetangga sesamanya bersama-sama mengorbit (dalam Quran disebut “sabihat/tasbahu/yasbahuun”) mengelilingi pusat galaksi Bima Sakti pada tempat peredaran mereka masing².

(dalam Quran, tempat beredar/orbit disebut “Mustaqarr/Falak”).

Matahari dan Alpha Centauri merupakan 2 bintang anggota galaksi Bima Sakti dari milyaran bintang anggota galaksi Bima Sakti lainnya yg berada dalam galaksi Bima Sakti.

Diameter galaksi Bima Sakti sekitar 100 ribu Tahun Cahaya.
Galaksi Bima sakti hanya merupakan salah 1 galaksi diantara milyaran galaksi lain.
Salah 1 galaksi tetangga Bima Sakti yg terdekat adalah Galaksi Andromeda.

※ 1 kumpulan milyaran bintang membentuk 1 Galaksi.
※ 1 kumpulan ribuan Galaksi membentuk 1 Cluster.
※ 1 kumpulan ribuan Cluster membentuk 1 Supercluster.
※ 1 kumpulan ribuan Supercluster membentuk Universe yg jarak bentangannya sejauh 30 milyar Tahun Cahaya.

Harap diinget, bahwa angka 30 milyar Tahun Cahaya baru angka perkiraan saja saat ini, karena jarak pandang teleskop terbaik di Bumi hanya baru bisa mencapai jarak pandang 15 milyar Tahun Cahaya saja.

Bayangkan, jika Bumi dgn matahari yg jaraknya sejauh itu saja ditempuh oleh cahaya hanya setelah 8 menit, maka Universe yg sedemikian luas bentangannya baru bisa ditempuh oleh cahaya setelah 30 milyar tahun. Sulit dibayangkan.

Ini menunjukkan bahwa kecepatan Malaikat dan Buraq yg mengantarkan Nabi shallallah ‘alaih wasallam ketika isra” mi’raj ke langit tsb telah melebihi kecepatan cahaya di atas cahaya (Nuur ‘Alaa Nuur)

itu kedahsyatan ciptaan-Nya. Mereka yg meyakini keagungan ciptaan-Nya akan lebih meyakini keagungan Pencipta itu semua.

※※
۩ mahasuci Allah yg menjadikan pada langit, gugusan-gugusan bintang… dan Dia jadikan di dalam gugusan-gugusan bintang itu, matahari dan bulan bercahaya… ۩※ [al-Furqaan: 61]
※※
۩ …dan tidaklah mereka meliputi sesuatupun dari pengetahuan-Nya kecuali hanya apa yang dikehendaki-Nya… ۩※ [al-Baqarah: 255]
※※

Bumi yg kita tempati ini hanyalah sebutir debu dari gurun pasir alam semesta-Nya.
Ilmu yg kita dapati ini hanyalah setetes dari lautan samudera ilmu-Nya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s